Rangkaian Kegiatan Safari Ramadan ke-34 PHRI Jabar Ditutup, Wali Kota Bandung Tekankan Hal Ini

KLIKNUSAE.com — Rangkaian kegiatan Safari Ramadan ke-34 BPD PHRI Jawa Barat 2026 resmi ditutup pada Jumat malam, 13 Maret 2026, di el Hotel Bandung.

Setelah melalui perjalanan kegiatan yang cukup panjang selama Ramadan, agenda tahunan yang mempertemukan pelaku industri hotel dan restoran itu ditutup oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Suasana hangat tampak dari wajah para pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat.

Termasuk,  para pengurus Yayasan Al-Uspar yang selama ini aktif mengurus anak-anak yatim agar dapat hadir dalam kegiatan Safari Ramadan setiap tahunnya.

Yayasan tersebut juga berperan penting dalam melakukan koordinasi dengan berbagai hotel yang menjadi tuan rumah kegiatan.

“Alhamdulillah, kegiatan panjang kita bisa selesai dengan baik malam ini,” kata Ketua Panitia Safari Ramadan, Umar Chalik ketika ditemui Kliknusae.com, semalam.

Jika pada 2025 pembukaan Safari Ramadan digelar di el Hotel Bandung, tahun ini hotel yang sama mendapat kehormatan menjadi tuan rumah penutupan.

Sementara itu Ketua BPD PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi menyampaikan apresiasi kepada manajemen hotel yang telah memfasilitasi acara tersebut.

“Kepada manajemen El Hotel Bandung, kami banyak mengucapkan terima kasih,” ujar Dodi.

Menurutnya, penyelenggaraan Safari Ramadan kali ini memiliki makna historis tersendiri.

Sejarah Safari Ramadan PHRI

Pada saat pertama kali digelar pada 1992, hotel yang kini menjadi el Hotel Bandung—yang saat itu masih bernama Hotel Panghegar—merupakan salah satu pencetus kegiatan Safari Ramadan PHRI Jawa Barat.

Setelah itu, kegiatan serupa juga diikuti oleh hotel legendaris Bandung seperti Hotel Preanger dan Savoy Homann Hotel.

“Kita berharap acara ini akan terus berlangsung pada tahun-tahun mendatang dengan partisipasi yang akan lebih banyak lagi,” kata Dodi.

Sedangkan ccara penutupan turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan industri pariwisata.

Di antaranya Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat Herman Muchtar, Pendiri Yayasan Al-Uspar Momon Abdurachman.

Kemudian, Ketua Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Jawa Barat Taufik Hidayat Udjo.

Lalu tampak hadir juga Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat Daniel G. Nugraha, serta Sekretaris PHRI Jawa Barat Herie Hermanie Soewarma.

Sebelum menutup acara, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia Safari Ramadan PHRI Jawa Barat.

Perkuat Komunikasi

Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.

“Antara Pemerintah Kota Bandung dengan industri pariwisata harus sering berkomunikasi. Dari level yang paling profesional sampai pada level yang paling personal,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, komunikasi tersebut penting karena sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi di Kota Bandung.

Saat ini, kata Farhan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mampu bertahan di angka sekitar 5,29 persen, sedikit di bawah target pemerintah kota yang memproyeksikan 5,3 persen.

Menurut Farhan, ada tiga sektor yang memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan tersebut. Yakni, sektor pariwisata, perdagangan, serta telekomunikasi dan pendidikan.

“Pertumbuhan dari sektor pariwisata luar biasa besar. Sektor perdagangan juga sama, dan sektor telekomunikasi serta pendidikan juga berkontribusi besar,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran industri pariwisata dengan seluruh elemennya memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat pengangguran, mengurangi kemiskinan.'

Serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan investasi.

Di tempat yang sama, General Manager el Hotel Bandung Iyok Supriatna menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya untuk kembali menjadi tuan rumah Safari Ramadan.

“Tentu sebagai kehormatan bagi kami karena dipilih sebagai tempat penutupan Safari Ramadan PHRI,” ujar Iyok.

Rangkaian acara penutupan Safari Ramadan juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

Dmana santunan ini  sudagh menjadi tradisi dalam setiap penyelenggaraan Safari Ramadan PHRI Jawa Barat.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa selain sebagai ajang silaturahmi pelaku industri pariwisata, Safari Ramadan juga menjadi ruang berbagi kepedulian kepada masyarakat. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae