Wisatawan Asing Urung Surfing di Batukaras, Bupati Pangandaran Soroti Keterbatasan Transportasi Udara
KLIKNUSAE.com — Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkapkan banyak wisatawan mancanegara yang berminat melakukan aktivitas selancar di Pantai Batukaras terpaksa membatalkan kunjungan.
Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan layanan transportasi udara, khususnya terkait pengangkutan papan selancar (surfboard).
“Bagasi pesawat Susi Air itu tidak bisa memuat papan selancar para wisatawan asing. Sementara kebanyakan dari mereka membawa surfboard, sehingga banyak wisman yang akhirnya harus balik arah,” ujar Citra saat memberikan pemaparan dalam acara Coffee Morning Vol. IV Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat di Saung Angklung Udjo, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, Batukaras memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan mancanegara, khususnya pecinta olahraga selancar.
Oleh karena itu, ia mengundang para investor untuk menanamkan modal di kawasan tersebut, yang ke depan akan ditata sebagai segmen P2.
“Saya meyakini, beberapa tahun ke depan Pantai Batukaras akan berkembang luar biasa. Namun untuk menarik lebih banyak wisatawan asing, salah satu kendalanya adalah maskapai berbadan lebar belum bisa mendarat di Bandara Nusawiru,” katanya.
Selama ini, Bandara Nusawiru (CJN) di Cijulang melayani penerbangan komersial perintis dan charter menggunakan pesawat kecil seperti Cessna C208 Caravan yang dioperasikan Susi Air.
Rute penerbangan umumnya terhubung dengan Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wali Kota Banjar Sudarsono, Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat Iendra Sofyan, Ketua GIPI Jawa Barat Herman Muchtar.
Kemudian, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar, Dirpamobvit Polda Jabar Kombes Pol Thomas Panji Susbandaru.
Acara Coffee Morning- yang rutin digelar satu bulan sekali ini juga dihadiri tokoh pariwisata, para ketua asosasi pariwisata seperti PHRI, PUTRI, Asperapi, ASITA, Astindo, dan asosiasi lainnya.
Memiliki Potensi Besar
Bupati Pangandaran Citra menegaskan, Pangandaran memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata internasional.
Dalam visi pembangunan lima tahun ke depan, pemerintah daerah bahkan menargetkan wilayah tersebut sebagai tujuan wisata mendunia.
“Sejak setahun saya menjabat, fokus saya adalah melakukan penataan kawasan pinggir pantai,” ujarnya.
Ia mengakui, penataan tersebut bukan tanpa tantangan. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah praktik pengelolaan parkir oleh masyarakat setempat yang kerap menimbulkan pungutan liar (pungli).
“Kami tidak pernah bergesekan dengan wisatawan. Justru yang dihadapi adalah oknum pribumi yang memaksa mengelola parkir sehingga terjadi pungli,” ungkapnya.
Padahal, sistem penarikan tiket resmi sudah dilakukan di pintu masuk kawasan pantai.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemda Pangandaran berencana membangun trotoar di kawasan Pantai Barat guna menghilangkan parkir di bahu jalan.
Selain itu, penataan juga akan menyasar keberadaan odong-odong dan ATV yang selama ini berderet di sepanjang jalan. Serta penertiban kios-kios yang dinilai mengganggu estetika kawasan wisata.
“Para pedagang pada prinsipnya bersedia, sepanjang kiosnya ditata kembali dengan lebih baik,” kata Bupati Pangandaran Citra.
Sinyal Kuat
Sementara itu, Ketua GIPI Jawa Barat, Herman Muchtar, menyampaikan apresiasi kepada dua pimpinan daerah yakni Pemerintah Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.
Utamanya, karena telah hadir dalam kegiatan Coffee Morning Sinergi Menuju Pangandaran Menjadi Destinasi yang Mendunia.
Menurut Herman, kehadiran kedua kepala daerah tersebut menjadi sinyal kuat adanya komitmen bersama dalam membangun sektor pariwisata yang terintegrasi dan berdaya saing global.
Ia menegaskan, forum ini bukan sekadar ajang diskusi, melainkan ruang strategis untuk merumuskan solusi konkret bagi pengembangan Pangandaran.
“Acara ini bertujuan memberikan masukan sekaligus mencarikan solusi. Bagaimana Pangandaran bisa mencapai tujuan sebagai salah satu destinasi unggulan,” ujarnya.
Herman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama dalam satu visi yang sama.
“Mari kita sama-sama mendorong kawasan Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan, melalui kolaborasi antar stakeholder untuk menemukan strategi terpadu,” kata dia.
Ia menambahkan, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah melibatkan Kota Banjar sebagai mitra strategis.
Peran Banjar dinilai krusial dalam mendukung aksesibilitas, konektivitas, serta penguatan ekosistem layanan pariwisata di Pangandaran.
Lebih jauh, Herman mengungkapkan bahwa forum tersebut juga memiliki tujuan khusus, yakni merumuskan green design Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Sementara konsep ini akan disusun dengan visi jangka panjang yang jelas, terukur, dan berkelanjutan.
Selain itu, para peserta juga diarahkan untuk menyusun rencana aksi strategis berdurasi lima tahun.
Fokusnya mencakup peningkatan aksesibilitas, penguatan kalender event pariwisata, mendorong investasi.
Termasuk menjamin keamanan dan kebersihan destinasi, serta memperkuat peran Kota Banjar sebagai daerah penyangga.
Dengan sinergi lintas daerah dan kolaborasi berbagai pihak, Herman optimistis Pangandaran dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat internasional. ***

Bupati Pangandaran Citra
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat Herman Muchtar ketika memberikan sambutan di acara "Coffee Morning Vol IV" di Saung Angklung Udjo, Rabu 29 April 2026. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)