Para Tokoh Pariwisata Jawa Barat Kumpul di Acara Halal Bihalal PHRI Jawa Barat

KLIKNUSAE.com - Suasana hangat mulai terasa sejak langit Bandung beranjak senja, Jumat, 17 April 2026. Satu per satu kendaraan berhenti di pelataran ARTOTEL Suites Aquila Bandung.

Para tamu datang dengan senyum yang tak sekadar formalitas. Ada kerinduan yang lama tertunda, ada pula semangat baru yang ingin dirajut bersama.

Malam itu, keluarga besar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menggelar Halal Bihalal dalam nuansa yang tidak hanya meriah, tetapi juga terasa “istimewa”.

Istimewa karena ruang pertemuan itu menjadi titik temu berbagai tokoh penting di sektor pariwisata dan pemerintahan.

Sejak pukul 18.00 WIB, arus tamu undangan terus mengalir. Di antara mereka tampak Dada Rosada, sosok yang pernah memimpin Bandung dalam dua periode (2003–2008 dan 2008–2013).

Kehadirannya menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus penghormatan pada perjalanan panjang kota ini dalam membangun sektor pariwisata.

Tak lama berselang, hadir pula Herman Muchtar, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat, bersama perwakilan Pemerintah Kota Bandung melalui Dudi Prayudi (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung).

Dari tingkat provinsi, tampak Iendra Sofyan (Kadisparbud Jabar) yang selama ini aktif mendorong inovasi sektor pariwisata.

Kehadiran tokoh daerah juga diperkuat oleh Wakil Bupati Bandung Deden Ruchiyat serta Wakil Ketua DPP PHRI Bidang Organisasi Yuno Abeta Lahay.

Menjaga Silahturahmi

Mereka berbaur tanpa sekat, menciptakan atmosfer kebersamaan yang jarang ditemui dalam forum formal.

Namun malam itu bukan hanya tentang pertemuan. Di sela gemerlap lampu dan hidangan yang tersaji, suasana berubah khidmat saat Abdurahman Yuri menyampaikan tausyah.

Dengan nada tenang, ia mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi kekuatan. Bukan hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam membangun dunia usaha yang berkelanjutan.

“Silaturahmi itu bukan sekadar bertemu, tetapi menyambung yang sempat terputus,” ujarnya, membuat ruangan sejenak hening, lalu diikuti anggukan para hadirin.

Tradisi Tahunan

Momentum kebersamaan itu kemudian dipertegas melalui sambutan Ketua DPD PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi.

Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan.

“Momentum ini bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang untuk memperkuat sinergi, mempererat kolaborasi. Serta menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujarnya.

Ia tidak menutup mata terhadap kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan.

Namun justru di tengah situasi tersebut, terselenggaranya acara ini menjadi simbol optimisme.

Dodi juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan acara Halal Bihalal PHRI Jabar ini merupakan hasil gotong royong banyak pihak.

Mulai dari pengurus PHRI, anggota hotel dan restoran, hingga mitra kerja yang konsisten mendukung berbagai agenda organisasi. Seperti RAKERDA, MUSDA, Safari Ramadan, hingga puncaknya Halal Bihalal malam itu.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada para sponsor dan mitra kerja,” katanya.

Optimalisasi Destinasi

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa PHRI Jawa Barat telah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

Termasuk Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, terkait pentingnya optimalisasi destinasi wisata.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur—terutama jalan provinsi—memiliki peran strategis dalam mendongkrak kunjungan wisatawan.

Jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman akan membuka akses ke berbagai destinasi. Dimana, pada akhirnya berdampak langsung pada tingkat hunian hotel dan kinerja sektor restoran.

Optimisme itu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.

Berdasarkan rencana pembangunan tahun 2027 yang disampaikan pemerintah provinsi. Sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama, terutama melalui peningkatan konektivitas antarwilayah.

Malam semakin larut, tetapi percakapan belum usai. Di sudut-sudut ruangan, para pelaku industri tampak berdiskusi, bertukar gagasan.

Bahkan merancang kolaborasi baru. Halal Bihalal ini, pada akhirnya, bukan sekadar perayaan pasca-Lebaran.

Melainkan titik temu antara harapan, strategi, dan kebersamaan untuk membawa pariwisata Jawa Barat melangkah lebih jauh. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae