Koperasi PHRI Jabar Resmi Dipimpin Halim Utomo, Segera Menyiapkan Program Kerja

KLIKNUSAE.com — Kepengurusan Koperasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat memasuki babak baru.

Halim Utomo resmi dikukuhkan sebagai Ketua Koperasi PHRI Jawa Barat, terhitung mulai 8 April 2026, melalui forum rapat pengurus PHRI, anggota koperasi, serta dewan pengawas.

 

 

 

 

 

 

Rapat penetapan tersebut berlangsung di Sari Ater Kamboti, Jalan Lemah Nendeut, Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026.

Forum ini menjadi titik awal penguatan peran koperasi dalam mendukung aktivitas organisasi sektor perhotelan dan restoran di Jawa Barat.

Usai dikukuhkan, Halim menegaskan bahwa koperasi memiliki posisi strategis sebagai penopang keberlangsungan organisasi.

Ia menyebut, ke depan koperasi  tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak berbagai program.

“Saya menerima mandat ini untuk kemudian segera menjalankan beberapa program ke depan. Apalagi, ke depan akan banyak kegiatan yang akan dilaksanakan PHRI, sehingga peran koperasi di sini juga sangat diharapkan,” ujar Halim.

Sementara itu, Ketua PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan koperasi yang baru.

Agenda Organisasi

BACA JUGA: 5.706 Koperasi di Jawa Barat Siap Menggerakkan Ekonomi Desa

Ia berharap kehadiran koperasi mampu memperkuat pelaksanaan berbagai agenda organisasi.

“Kami berharap keberadaan koperasi ini bisa membantu kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan PHRI,” kata Dodi.

PHRI Jawa Barat saat ini menaungi sekitar 1.300 lebih hotel dan restoran, dengan jumlah tenaga kerja di sektor tersebut mencapai sekitar 3.000 orang.

Angka ini mencerminkan besarnya peran industri hospitality dalam menopang ekonomi daerah.

Dari sisi kinerja, sektor ini juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terakhir, pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Barat—khususnya Kota Bandung—dari sektor hotel dan restoran mengalami peningkatan pada 2025.

Pajak restoran tercatat mencapai Rp434 miliar, naik dari Rp398 miliar pada 2024.

Kenaikan tersebut ditopang oleh tingginya okupansi hotel saat musim liburan dan penyelenggaraan berbagai acara besar.

Secara keseluruhan, sektor pariwisata turut menyumbang sekitar Rp900 miliar terhadap PAD Kota Bandung.

Dengan latar pertumbuhan tersebut, kehadiran koperasi PHRI diharapkan mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi internal anggota. Sekaligus menjaga kesinambungan industri pariwisata di Jawa Barat. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae