Ari Purwanto Horison Ultima Sebut Safari Ramadan PHRI Jabar Ingatkan Ketangguhan Industri Pariwisata

KLIKNUSAE.com — Tema Safari Ramadan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Jawa Barat ke-35 dinilai bukan sekadar seremoni tahunan.

Di tengah berbagai tantangan industri pariwisata, momentum Ramadan justru diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual dan solidaritas sosial para pelaku usaha.

Hal itu disampaikan Residence Manager Ari Purwanto saat membuka kegiatan Safari Ramadan di Hotel Horison Ultima Bandung, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut Ari, tema yang diangkat tahun ini lahir dari kesadaran akan kondisi industri pariwisata yang tengah menghadapi tekanan.

Oleh sebab itu,  diperlukan penguatan nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial di kalangan pelaku usaha.

“Di sisi lain, Ramadan juga menjadi momentum ketangguhan, masa di mana kita diuji untuk tetap produktif. Termasuk kreatif dan ulet menghadapi tantangan teknologi,” ujar Ari dalam sambutannya.

Tahun ini, Horison Ultima Bandung mengusung tema “Ramadan Sebagai Momentum Keberkahan dan Ketangguhan, Bersama Kita Jemput Kejayaan Pariwisata Masa Depan.”

Tema tersebut, kata Ari, mencerminkan semangat bangkit setelah industri perhotelan melewati masa-masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menegaskan, ketangguhan menjadi kunci utama bagi industri perhotelan dan pariwisata untuk melangkah lebih jauh.

Kebersamaan dan Kolaborasi

Kebersamaan serta kolaborasi antar pemangku kepentingan dinilai sebagai fondasi penting dalam mengembalikan kejayaan sektor pariwisata.

“Kini saatnya kita melangkah lebih jauh. Kebersamaan dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan menjadi kunci utama menjemput kejayaan pariwisata masa depan,” katanya.

Ari menambahkan, inovasi dan semangat kolaboratif diyakini mampu melahirkan produk pariwisata yang unggul. Terutama melalui pelayanan berbasis ketulusan serta kearifan lokal Kota Bandung.

Sebagai bagian dari industri, Horison Ultima Bandung juga menyatakan komitmen penuh mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan tamu melalui standar pelayanan tinggi.

“Kami harap acara safari Ramadan ini dapat mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring bisnis, dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi industri saat ini.

Ia mengungkapkan tingkat okupansi hotel selama Ramadan mengalami penurunan signifikan.

Menurut Dodi, rata-rata okupansi hotel bintang empat dan lima di Kota Bandung selama Ramadan berada di bawah 22 persen, sedangkan hotel nonbintang bahkan di bawah 10 persen.

“Dengan okupansi seperti itu, untuk menutup biaya operasional saja tidak cukup. Akhirnya para pemilik hotel harus menggunakan tabungan untuk menutupi defisit. Jadi memang saat ini kita tidak sedang baik-baik saja,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai semangat kebersamaan yang diangkat dalam Safari Ramadan menjadi langkah penting untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata, khususnya di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan setelah Lebaran nanti okupansi naik lagi,” kata Dodi yang disambut doa dan harapan para undangan.

Seperti pelaksanaan sebelumnya, Safari Ramadan PHRI Jawa Barat diisi berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Mulai dari pemberian santunan kepada masyarakat, buka puasa bersama, hingga salat tarawih berjamaah. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae