Hadinata Batik Rilis Koleksi Bertajuk "Lunar Porcelain Collection", Sambut Perayaan Imlek

KLIKNUSAE.com - Menjelang perayaan Imlek, Hadinata Batik merilis koleksi khusus bertajuk Lunar Porcelain Collection.

Koleksi ini meminjam keanggunan porselen klasik Tiongkok sebagai inspirasi visual. Sekaligus merawat makna pembaruan yang lekat pada perayaan tahun baru lunar.

“Ini refleksi tentang harapan dan awal yang baru,” kata Direktur Hadinata Batik, Albert Pratama, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 1 Februari 2026.

Ia menyebut koleksi ini dirancang sebagai dialog antara tradisi batik Nusantara dan simbol-simbol kebudayaan Tiongkok yang telah lama berkelindan dalam lanskap budaya Indonesia.

Peluncuran koleksi tersebut dikemas dalam rangkaian acara eksklusif di Pendopo. Ruang itu menjadi pertemuan antara batik, seni, dan gaya hidup kontemporer.

Hadinata Batik juga menggelar roadshow yang membuka ruang perjumpaan antara perajin, pelaku industri kreatif, dan publik yang ingin melihat batik dari sudut pandang yang lebih segar.

Lewat mini talk show, sesi styling, hingga lokakarya, pengunjung diajak menelusuri proses kreatif di balik sebuah motif. Dari gagasan filosofis hingga menjelma busana siap pakai.

“Batik bukan sekadar kain bermotif. Ia lahir dari proses panjang yang sarat makna,” ujar Albert.

Bhawana dan Gracika

Dalam koleksi ini, Hadinata Batik mengusung dua motif utama: Bhawana dan Gracika.

Keduanya lahir dari riset terhadap simbol dan filosofi yang kerap hadir dalam kebudayaan Tiongkok.

Motif Bhawana menampilkan visual burung Hong. Figur mitologis yang kerap dimaknai sebagai simbol kebajikan dan keberuntungan. Dipadu lengkung megamendung biru-putih yang mengingatkan pada motif porselen klasik.

Sentuhan warna hangat memperkuat kesan tenang sekaligus memberi harapan akan keberlanjutan hidup.

Sementara itu, motif Gracika tampil lebih ringan dan dinamis. Karakter visualnya merepresentasikan harmoni dan keanggunan dalam keseharian.

Sebuah tafsir tentang bagaimana nilai-nilai tradisi bisa hadir dalam ritme hidup modern.

Sedangkan motif-motif tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam beragam produk siap pakai. Kemeja, blus, busana anak, gaun, hingga kain batik.

Proses Pengerjaan

Hadinata Batik mempertahankan potongan regular-fit dengan material pilihan, proses pengerjaan yang panjang, serta detail yang menjadi ciri khasnya.

Sebagai bagian dari edisi terbatas, Hadinata Batik menghadirkan Limited Edition Bhawana White Dress yang hanya tersedia di Pendopo Living World Alam Sutera.

Produk ini menjadi salah satu penanda eksklusivitas koleksi tersebut.

Eksplorasi lintas medium juga dilakukan lewat kolaborasi dengan Long Story Short, merek tas lokal yang dikenal lewat pendekatan craftsmanship.

Sedangkan motif Bhawana diterjemahkan dalam bentuk lukisan tangan pada dua model tas ikonis, Margie dan Milla. Setiap tas menjadi karya tunggal, tak ada yang benar-benar sama.

“Batik mengajarkan kami tentang kesabaran dan ketelitian,” kata Deputy Director Hadinata Batik, Yenni Nurisa.

Menurut dia, setiap elemen motif Bhawana dikerjakan dengan penuh perhatian, sebagaimana proses membatik yang menuntut ketekunan.

Kolaborasi dengan Long Story Short, kata Yenni, membawa semangat serupa: menghargai proses, detail, dan nilai karya buatan tangan.

Kolaborasi tersebut tersedia secara terbatas di Pendopo. Bagi Hadinata Batik, kerja sama lintas jenama ini bukan sekadar strategi pemasaran. Melainkan upaya memperluas makna batik sebagai medium yang lentur bisa hadir di kain, bisa pula menjelma aksesori.

Lewat Lunar Porcelain Collection, Hadinata Batik kembali menegaskan posisinya sebagai merek yang menautkan warisan budaya dengan inovasi.

Batik dihadirkan bukan hanya sebagai busana perayaan, melainkan sebagai penanda cerita. Tentang perjumpaan tradisi, tentang harapan, dan tentang awal yang baru. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae