ASEAN Tourism Forum Perkuat Kepemimpinan Indonesia Dalam Isu-isu Pariwisata
KLIKNUSAE.com - ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 berlangsung pada momentum yang menentukan bagi pariwisata kawasan.
Di tengah upaya pemulihan industri dan ketatnya persaingan destinasi global, forum ini menjadi ruang konsolidasi negara-negara Asia Tenggara.
Khususnya, dalam menata ulang arah kerja sama pariwisata yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.
Indonesia tampil aktif dalam rangkaian pertemuan regional dan bilateral selama ATF 2026.
Sejumlah agenda strategis didahului oleh The 63rd Meeting of the ASEAN National Tourism Organisations (NTOs) serta pertemuan pejabat senior dengan para mitra dialog.
Pertemuan-pertemuan itu mencatat capaian implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016–2025 yang dinilai telah memperkuat posisi ASEAN sebagai destinasi pariwisata berkualitas.
Para menteri pariwisata ASEAN sepakat mendorong implementasi peta jalan baru sektor pariwisata kawasan.
ASEAN Tourism Sectoral Plan 2026–2030 dan ASEAN Tourism Marketing Strategy 2026–2030 diposisikan sebagai kompas bersama untuk memperkuat branding.
Merapikan narasi kawasan, sekaligus meningkatkan visibilitas ASEAN di panggung global.
Sementara itu, pernyataan bersama yang diadopsi dalam ATF 2026 pun telah dirilis panitia dan Sekretariat ASEAN sebagai rujukan resmi arah kebijakan ke depan.
Kategori hotel
Sedangkan di sela forum, Indonesia mencatat capaian simbolik. Sebanyak 12 penghargaan berhasil diraih dalam ASEAN Tourism Standards Award 2026.
Penghargaan itu mencakup kategori hotel ramah lingkungan, kota wisata bersih, hingga destinasi pariwisata berkelanjutan.
Mulai dari Mandarin Oriental Jakarta, Hotel Borobudur Jakarta, hingga AYANA Resort Bali.
Sejumlah kota dan daerah seperti Malang, Surakarta, Bukittinggi, Gianyar, dan Tomohon juga masuk daftar penerima ASEAN Clean Tourist City Award.
Sementara Kebun Raya Bogor dan Tenun Sumba Prai Ijing diapresiasi dalam kategori pariwisata berkelanjutan perkotaan dan perdesaan.
Capaian ini dibaca pemerintah sebagai pengakuan atas konsistensi Indonesia dalam mendorong praktik pariwisata yang lebih hijau dan inklusif.
Partisipasi Indonesia juga menguat di lantai bursa ASEAN Travel Exchange (ATF TRAVEX) 2026 di Mactan Expo Center, Cebu, Filipina.
Melalui Paviliun Wonderful Indonesia bertema “Go Beyond Ordinary”, Kementerian Pariwisata bersama KBRI Manila. Termasuk, pelaku industri menawarkan ragam produk wisata dari destinasi prioritas hingga destinasi regeneratif.
Sembilan pelaku industri mempromosikan paket perjalanan berbasis pengalaman. Mulai dari wisata bahari, wellness, gastronomi, perjalanan premium, hingga wisata ramah Muslim.
Dari bursa ini, potensi transaksi yang tercatat mencapai 10.450 pax paket wisata dengan nilai sekitar USD 3,27 juta atau setara Rp 55 miliar.
Rangkaian ATF 2026 ditutup dengan prosesi serah terima tuan rumah dari Filipina kepada Singapura, yang akan menggelar ASEAN Tourism Forum 2027.
Indonesia berharap estafet ini tak sekadar seremoni, melainkan menjadi penguat kolaborasi dan konektivitas pariwisata di kawasan.
Bagi Indonesia, kerja sama lintas negara ASEAN bukan hanya urusan promosi destinasi.Tetapi juga jembatan diplomasi budaya dan ekonomi yang makin relevan di tengah ketidakpastian global. ***
