Warga Kota Bandung Habiskan Lebih dari Rp 800 Miliar per Tahun untuk Gorengan
KLIKNUSAE.com - Kebiasaan menyantap gorengan rupanya bukan sekadar perkara lidah bagi warga Kota Bandung, Jawa Barat.
Dalam setahun, konsumsi gorengan di kota ini mencapai sekitar 404,69 juta potong. Jika satu potong gorengan diasumsikan dijual Rp 2.000, maka perputaran uang dari jajanan rakyat itu menembus angka lebih dari Rp 808 miliar per tahun.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, Samiran, dalam acara Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar di Rumah Makan Ponyo, Jalan Malabar, Jumat, 6 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPS Kota Bandung dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dalam rangka menyukseskan pelaksanaan SE2026.
Menurut Samiran, konsumsi gorengan hanyalah satu potret dari lanskap kuliner perkotaan yang diteliti BPS.
Pada 2024, BPS juga mencatat konsumsi sejumlah makanan populer lainnya. Bubur ayam tercatat sebagai kuliner dengan tingkat konsumsi tertinggi di Kota Bandung, dengan jumlah sekitar 82,42 juta mangkuk per tahun.
Dalam peta konsumsi bubur ayam nasional, Bandung menempati posisi teratas, disusul Jakarta Selatan di peringkat kedua dan Kota Bogor di posisi ketiga.
Peta Konsumsi
“Data-data ini sebetulnya bisa menjadi acuan bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan bisnisnya,” kata Samiran.
Ia mencontohkan, dari peta konsumsi tersebut dapat dilihat wilayah-wilayah yang tingkat penjualan gorengannya masih relatif rendah.
“Bisa saja, misalnya di Kalimantan, masih terdapat celah pasar untuk mengembangkan bisnis gorengan atau kuliner lainnya,” ujarnya.
Samiran menilai, kolaborasi antara BPS dan pelaku industri pariwisata menjadi kunci untuk memaksimalkan pemanfaatan data statistik.
Wisatawan yang datang ke Bandung, kata dia, tidak semata-mata bertujuan berwisata, tetapi juga berbelanja dan mengonsumsi kuliner lokal.
Karena itu, pelaku industri pariwisata dituntut terus melakukan terobosan, termasuk melakukan riset terhadap perilaku wisatawan.
“Dan kami siap melakukan kolaborasi, untuk secara bersama-sama melakukan evaluasi. Sekaligus melihat peluang yang belum tergali sepenuhnya,” ujar Samiran.
Acara sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa.
Kemudian, Ketua GIPI Jawa Barat Herman Muchtar, Sekretaris PHRI Jawa Barat Herie Hermanie Soewarma, Ketua DPD PUTRI Taufik Hidayat Udjo.
Hadir juga Ketua ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha, serta sejumlah undangan dari kalangan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif. ***

Data pola konsumsi makan bakso Warga Kota Bandung berdasarkan catatan BPS tahun 2024. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)