Di Tengah Grafik Hunian Yang Belum Pulih, Hotel di Jabar Kumpulkan Donasi Bencana Sumatera
KLIKNUSAE.com - Di tengah grafik hunian yang belum sepenuhnya pulih dan biaya operasional yang kian menekan, kepedulian justru menemukan jalannya sendiri.
Para pengelola hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat memilih menyisihkan sebagian rezeki.
Mereka mengumpulkan donasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Gerakan itu berlangsung senyap. Tanpa seremonial, tanpa instruksi resmi. Sejumlah hotel dan pelaku usaha kuliner tiba-tiba saling mengabari.
Mengumpulkan donasi, dan menyiapkan bantuan yang dibutuhkan para korban.
Dari obrolan ringan antar-manajer hotel, solidaritas itu menjelma menjadi aksi nyata.
“Apa yang sedang dialami saudara-saudara kita di Sumatera menjadi keprihatinan kita semua. Tanpa diminta, teman-teman hotel ternyata bergerak untuk mengumpulkan donasi. Untuk itu, kami mengucapkan banyak terima kasih,” kata Ketua PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, ketika dihubungi Kliknusae.com, Kamis, 8 Januari 2025.
Menurut Dodi, hingga awal Januari ini, donasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp30 juta.
Angka itu mungkin tampak sederhana jika dilihat dari kacamata bisnis besar.
Namun bagi sektor perhotelan yang tengah berhemat di banyak pos, jumlah tersebut mencerminkan empati yang tidak kecil.
BACA JUGA: 34 Pengelola Usaha Kuliner Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji di Grha PHRI Jawa Barat
Sumbangan Pakaian
Tak hanya uang tunai, para pengelola hotel juga mengumpulkan bantuan nonmaterial berupa pakaian layak pakai.
Bagi para korban yang kehilangan rumah dan harta benda, bantuan semacam ini menjadi penopang awal untuk kembali menjalani hari.
“Ada juga yang memberikan pakaian, untuk disampaikan ke korban bencana,” lanjut Dodi.
Daftar donatur pun mencerminkan keragaman pelaku usaha pariwisata Jawa Barat.
Mulai dari hotel berbintang hingga restoran keluarga ikut terlibat.
Mereka antara lain Grand Asrilia Hotel, Janevalla Bandung, Ahadiat Hotel & Bungalow, Horison Ultima Bandung, Tetti Teriawati dari Restoran Sindangreret.
Kemudian disusul The Papandayan Hotel, The Jayakarta, Sari Ater Hot Springs, Kagum Hotel, el Hotel Bandung, Neo Hotel, GH Universal, LGP & LGI, BPC PHRI Kota Bekasi, Umar Chalik, serta BPD PHRI Jawa Barat.
Secara khusus, Dodi menyampaikan apresiasi kepada BPC PHRI Kota Bekasi yang menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta.
“Ini bentuk solidaritas yang luar biasa, apalagi di saat kondisi usaha belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.
Di tengah laporan keuangan yang ketat dan target okupansi yang belum ideal, aksi ini menjadi penanda bahwa industri perhotelan tak semata berbicara soal kamar dan tingkat hunian.
Ada nurani yang tetap dijaga, bahkan ketika bisnis sedang diuji.
Bagi PHRI Jawa Barat, kepedulian ini bukan sekadar respons atas bencana, melainkan pengingat bahwa sektor pariwisata tumbuh dari relasi sosial.
Ketika satu daerah dilanda musibah, daerah lain ikut merasakan getarnya dan memilih untuk tidak tinggal diam. ***
